KPU Kota Depok Gelar Bimtek Pemutakhiran Data dan Penyusunan Daftar Pemilih

Depok - Memasuki awal tahun 2018 Komisi Pemilihan Umum Kota Depok menggelar kegiatan Bimbingan Teknis Pemutakhiran Data dan Penyusunan Daftar Pemilih pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Jawa Barat tahun 2018 yang bertempat di Hotel Bumi Wiyata, Depok dari tanggal 10-11 Januari 2018.

Kegiatan bimtek ini turut menghadirkan Kepala Bidang Informasi Administrasi Kependudukan dan Pemanfaatan Data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Depok Fenti Novita, ST. MT. dan anggota Panwaslu Kota Depok Elyas Tanta Ginting sebagai narasumber.

“Persiapkan segala hal yang berhubungan dengan teknis pemutakhiran data dari mulai apa saja yang diperlukan hingga tupoksi PPDP agar data pemilih kali ini lebih berkualitas,” demikian sambutan anggota Komisioner KPU Kota Depok Nurhadi di hadapan peserta bimtek yang merupakan anggota PPK dan PPS se-Kota Depok.

Sementara itu, dalam uraian materinya, Kepala Bidang Informasi Administrasi Kependudukan dan Pemanfaatan Data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Depok Fenti Novita, ST. MT. mengatakan saat ini penduduk Kota Depok yang sudah rekam E-KTP 1.181.579 orang, sementara yang belum rekam sebanyak 110.088 orang.

“Yang sudah melakukan rekam E-KTP dianggap punya E-KTP walaupun belum jadi, karena bisa digantikan sementara dengan Surat Keterangan (Suket),” kata Fenti Novita.

Mengenai penyebab warga yang sudah meninggal dunia masih ada dalam Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilihan (DP4), menurut Fenti Novita hal itu dikarenakan pihak RT belum melaporkan hal tersebut ke Disdukcapil.

Di tempat yang sama, anggota Panwaslu Kota Depok Elyas Tanta Ginting menyampaikan akan ada penelusuran oleh Panwaslu terhadap Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP). Panwaslu akan memastikan bahwa PPDP sudah memenuhi syarat dan bukan termasuk anggota partai politik.

Dalam sesi kedua selepas makan siang, anggota Komisioner KPU Kota Depok Suwarna Wiryasumarta mengisi materi mengenai tahapan Pencocokan dan Penelitian (Coklit). Suwarna meminta komitmen peserta bimtek untuk mensukseskan tahapan Coklit dengan memastikan seluruh warga yang memiliki hak memilih agar terdaftar dalam daftar pemilih.

“Prinsip Mutarlih (Pemutakhiran Data Pemilih) Jawa Barat antara lain komprehensif, akurat, valid, mutakhir, dan mudah diakses,” terang Suwarna.

Ia menegaskan bahwa KPU Kota Depok akan terus bersinergi dengan pihak Disdukcapil Kota Depok untuk memastikan agar pemutakhiran data pemilih tetap memenuhi prinsip-prinsip Mutarlih.

“Daftar pemilih yang akurat menjadi kunci untuk meningkatkan persentase tingkat partisipasi pemilih,” tegasnya.

Pada sesi berikutnya, para peserta bimtek akan mendapatkan bimbingan dari sekretariat KPU Kota Depok untuk dapat mengakses sejumlah aplikasi pemutakhiran data pemilih, antara lain aplikasi Sidalih, SiCoklit, dan Mobile KPU Jabar. (st)